Laporan Tahunan 2021
PT Bank CIMB Niaga Tbk Laporan Tahunan 2021 PT BANK CIMB NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2021, 2020, DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021, 2020, AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Halaman – 5/56 – Page 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) h. Impairment of financial assets (continued) Kebijakan berlaku sebelum tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan) Policy applicable before 1 January 2020 (continued) (D) Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan atas kontrak jaminan keuangan yang memiliki risiko kredit dan cadangan kerugian penurunan nilai aset yang diambil alih (D) Allowance for impairment losses on financial guarantee contracts with credit risk and allowance for impairment losses on foreclosed assets Bank CIMB Niaga dan Entitas Anak menentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan atas kontrak jaminan keuangan yang memiliki risiko kredit berdasarkan data kerugian historis. Sedangkan perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai aset yang diambil alih dihitung dengan prinsip penurunan nilai sesuai Standar Akuntansi Indonesia yang berlaku. Bank CIMB Niaga and Subsidiaries determined the allowance for impairment losses on financial guarantee contracts with credit risk is based on historical loss data. Whereas the calculation of allowance for impairment losses of foreclosed assets was calculated using impairment principles according to applicable Indonesia Accounting Standard. i. Kas i. Cash Kas meliputi kas kecil, kas besar, kas di dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM)/ Cash Deposit Machine (CDM) , dan bank notes . Cash includes petty cash, cash, cash in Automatic Teller Machines (ATMs) / Cash Deposit Machine (CDMs), and bank notes. j. Giro pada bank lain dan Bank Indonesia j. Current accounts with other banks and Bank Indonesia Giro pada bank lain dan Bank Indonesia (BI) diklasifikasikan sebagai biaya perolehan yang diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas biaya perolehan yang diamortisasi. Current account with other banks and Bank Indonesia (BI) are classified as amortised cost. Refer to Note 2f for the accounting policy of amortised cost. Giro pada bank lain dan Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Current accounts with other banks and Bank Indonesia are stated at the outstanding balance less allowance for impairment losses. Giro Wajib Minimum (dahulu disebut Giro Wajib Minimum Primer) adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo rekening giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga. Minimum Statutory Reserve (previously Primary Minimum Statutory Reserve) is minimum deposit that should be maintained by Bank in current account with BI in certain percentage of third party fund which is determined by BI. Penyangga Likuiditas Makroprudensial (dahulu disebut Giro Wajib Minimum Sekunder) adalah cadangan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), Surat Utang Negara (SUN) dan/atau Surat Berharga Negara (SBN), yang besarnya ditetapkan BI sebesar persentase tertentu. Macroprudential Liquidity Buffer (previously Secondary Minimum Statutory Reserve) is minimum reserve that should be maintained by Bank in form of Certificate of Bank Indonesia, Bank Indonesia Deposit Certificate (SDBI), Government Debenture Debt (SUN) and/or Government Commercial Notes (SBN), in certain percentage determined by BI.
Made with FlippingBook
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5