Laporan Tahunan 2021

Ikhtisar Utama Profil Perusahaan Analisis dan Pembahasan Manajemen Manajemen Risiko Laporan Manajemen PT Bank CIMB Niaga Tbk Laporan Tahunan 2021 272 MAKRO EKONOMI GLOBAL DAN NASIONAL 2022 Pada tahun 2022, Bank Indonesia memprediksikan ekonomi dunia tumbuh sebesar 4,4% s ama dengan prediksi IMF pada laporan WEO Januari 2022. Perekonomian global masih diliputi ketidakpastian meskipun pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara menunjukkan tren yang positif. Beberapa risiko ketidakpastian ini muncul dari berakhirnya kebijakan tapering off Bank Sentral Amerika Serikat, potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat, munculnya kasus Omicron, ketatnya Tiongkok dalam pengawasan perusahaan besar, serta munculnya ketegangan geopolitik dunia. Kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga diperkirakan akan masih berlanjut, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang. Ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut di tengah penyebaran COVID-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dari sisi domestik, sentimen dinamika perekonomian global menjadi tantangan bagi Indonesia karena akan memiliki pengaruh pada langkah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah. Meskipun tidak dapat mengontrol kondisi global, Indonesia bisa mempersiapkan kebijakan sebagai respon perkembangan global. Kendati demikian, proses pemulihan ekonomi dalam negeri terus berlanjut dan diprediksikan juga akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2022, sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7-5,5%. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan juga tetap baik dan nilai tukar Rupiah terjaga didukung oleh ketahanan sektor eksternal Indonesia serta langkah- langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia, di tengah ketidakpastian di pasar keuangan global yang meningkat. Inflasi diperkirakan tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian dalam negeri. Pada tahun 2022, perbaikan ekonomi terutama didukung konsumsi swasta yang meningkat, dan kinerja ekspor serta belanja fiskal Pemerintah yang tetap terjaga. Hal PROSPEK USAHA tersebut sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan ekonomi yang semakin luas, serta stimulus kebijakan yang berlanjut. Berdasarkan publikasi Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, ekonomi domestik tahun 2022 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7-5,5%. Indikator 2021 APBN 2022 Pertumbuhan Ekonomi (%, yoy) 3,7% 5,2% Inflasi (%, yoy) 1,9% 3,0% Suku Bunga (%)* 6,4% 6,8% Nilai Tukar Rupiah (Rp/US$) Rp14 ,269 Rp14.350 *) Yield SBN 10 tahun Sumber: APBN 2022 INDUSTRI PERBANKAN 2022 CIMB Niaga optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan melanjutkan kondisi ekonomi yang menunjukan perbaikan dan pemulihan. Bahkan, proses perbaikan dan pemulihan ekonomi diprediksikan akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2022, meski masih dibayangi gangguan supply chain dan kenaikan kasus COVID-19 akibat kemunculan varian baru. Kondisi likuiditas pada tahun 2022 diprediksikan akan sangat longgar yang didorong oleh kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Likuiditas yang sangat longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus dalam tren menurun. Suku bunga kebijakan moneter diperkirakan tetap rendah sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketahanan sistem keuangan diperkirakan akan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap. Volatilitas pasar keuangan diperkirakan mereda namun terdapat potensi peningkatan yield SBN dampak dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara global. Memasuki tahun 2022, pertumbuhan kredit perbankan nasional diperkirakan akan mengalami pertumbuhan selaras dengan optimisme pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia memproyeksikan, kredit perbankan tumbuh pada kisaran 6% hingga 8%. Proyeksi pertumbuhan kredit perbankan disampaikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5